fbpx

Penyakit Bartholinitis – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

konsultanherbalindonesia – Penyakit Bartholinitis – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan – Pernahkah anda mendengar penyakit bartholinitis ? atau mungkin saat ini anda sedang mengalaminya ? Ya, bartholinitis merupakan salah satu jenis penyakit infeksi yang bisa menyerang wanita kapan saja. Terutama mereka yang berusia antara 20 sampai 30 tahun.

Penyakit Bartholinitis - Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Definisi

Apa itu penyakit bartholinitis ?

Penyakit bartholinitis adalah penyakit infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis yang dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Kondisi ini biasanya ditandai dengan adanya rasa nyeri yang tidak tertahankan bahkan sampai menyulitkan penderitanya untuk duduk atau berjalan.

Pada sebagian besar kasus penyakit bartholinitis disebabkan oleh gonokokkus, sehingga penyakit ini sering kali di timbulkan pada gonorhea. Sedangkan sebagian kasus lainnya disebabkan oleh adanya kuman, seperti streptokokkus atau basil koli. Pada bartholinitis ini bisa mengakibatkan terjadinya pembengkakan di labium majus.

Saat kuman telah menyebar ke vagina, maka akan menyebabkan adanya peradangan vagina atau disebut dengan vaginitis. Peradangan ini biasanya diikuti dengan rasa nyeri saat bersenggama. Selain itu, jumlah kuman akan semakin bertambah banyak ketika daya tahan tubuh penderitanya semakin menurun dan menyebar kebagian lainnya, termasuk mulut rahim. Dimana ketika kuman atau virus ini telah menyerang bagian tersebut, akan memicu adanya kanker rahim.

Selain itu, kondisi akan lebih parah ketika kuman terus menjalar dan menimbulkan radang panggul. Dimana kuman ini dapat menembus rongga perut. Salah satu kuman yang sering di jumpai adalah jenis kuman atau bakteri klamedia. Bakteri ini sangat berbahaya, karena bisa tinggal dan tumbuh di saluran telur dan menyumbat saluran ini. Dan saat saluran ini tersumbat, maka sel telur tidak dapat mengalami pembuahan, dan mengakibatkan terjadinya kemandulan.
Untuk mencegah adanya radang panggul ini, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan. Salah satunya dengan hidup sehat, seperti :

  • Biasakan membersihakan alat kelamin setelah berhubungan seksual.
  • Berhati-hati ketika menggunakan toilet umum.
  • Biasakan membersihkan diri, setelah buang air besar, dengan gerakan membasuh dari depan kebelakang.
  • Konsumsi makanan yang bergizi.
  • Hindari penggunaan celana ketat.
  • Rutin melakukan pemeriksaan pada dokter.

Apakah penyakit bartholinitis sama dengan kista bartholin ?

Meski tempat terjadinya sama, yakni di kelenjar dekat bibir vagina, namun kedua kondisi ini cukup berbeda. Pada penyakit bartholinitis akut terjadi kelenjar membesar, merah, nyeri, dan lebih panas daripada daerah sekitarnya. Isinya relatif cepat menjadi nanah yang dapat keluar melalui duktusnya, atau jika duktus tersumbat, mengumpul didalamnya dan menjadi abses yang kemudian membesar dan memicu adanya kista. Sedangkan kista bartholin adalah salah satu jenis kista yang bermula dari adanya penyumbatan pada saluran kelenjar bartholin. Ukuran kista bartholin relatif keci, sehingga tidak bisa dilingat dengan mata telanjang.

Gejala dan Ciri-ciri

Untuk gejala bartholinitis sendiri bervariasi, tergantung dengan tingkat keparahan dan penyebab terjadinya. Namun untuk ciri-ciri bartholinitis itu sendiri bisa kita kenali dari beberapa hal berikut, seperti :

  • Adanya perubahan warna kulit menjadi kemerahan disekitar vulva, yang diikuti dengan pembengkakan dan penimbunan nanah sehingga terasa nyeri jika ditekan.
  • Umumnya bartholinitis hanya terjadi pada satu sisi saja
  • Adanya rasa sakit, panas, gatal dan bengkak pada area yang mengalami bartholinitis
  • Terjadi keputihan yang gatal pada alat reproduksi
  • Terasa nyeri bila duduk atau berjalan
  • Adanya benjolan disekitar vagina
  • Adanya rasa sakit saat berhubungan seksual, akibat adanya gesekan yang menyebabkan luka semakin parah
  • Jika sudah parah dan bartholinitis pecah, maka vagina bisa terasa terbakar dibarengi dengan keluarnya cairan berbau yang terkadang bercampur darah dan nanah.

Ketika anda mengalami ciri-ciri tersebut, segeralah untuk memeriksakannya pada dokter, terutama pada daerah panggul. al ini guna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Penyebab

Apa penyebab penyakit bartholinitis ?

Seperti yang sudah dijelaska diatas, bahwa penyakit bartholinitis bisa terjadi akibat adanya infeksi, yang di akibatkan oleh virus, bakteri, jamur, atau parasit. Salah satunya bakteri Chlamydia trachomatis. Selain itu virus HIV dan jamur Candida albican juga dapat menyebabkan adanya bartholinitis.

Pengobatan

Pengobatan bartholinitis bervariasi setiap orangnya, tergantung dengan tingkat keparahan, gejala dan penyebab terjadinya. Jika kondisi pasien masih dalam keadaan ringan, maka dapat dilakukan rawat jalan dengan mengkonsumsi obat anti-biotik serta edukasi melakukan sitz bath. Sitz bath adalah berendam dengan cara duduk menggunakan air hangat, dan bisa dilakukan 3 sampai 4x dalam sehari selama 15 menit. Hal ini dapat menurunkan rasa nyeri dan membantu meringankan bengkak akibat bartolinitis.

Sedangkan untuk pasien yang mengalami bartholinitis cukup parah, makapengobatan utamanya adalah brainase. Drainase di mulai dengan insisi kecil pada kelenjar yang bersangkutan kemudian cairan nanah dikeluarkan. Dengan tujuan untuk mencegah penumpukan cairan di dalam kelenjar yang tersumbat. Namun, pengobatan ini hanya bisa dilakukan oleh dokter. Pada prosedur awal, pasien diberikan anestesi lokal, kemudian dilakukan insisi serta dilakukan pemasangan kateter ke dalam insisi abses tersebut bersamaan dengan memasukkan 2-4 mL NaCl 0,9% hingga terdapat aliran cairan dari dalam abses.

Pada pasien dengan abses bartolin berulang, tindakan pengobatan perlu dilakukan di ruang operasi sehingga memerlukan anestesi umum. Oleh karena itu, biasanya dokter akan menilai pasien terlebih dahulu, apakah terdapat kontraindikasi prosedur anestesi umum atau tidak.

Pencegahan

Mengingat penyakit bartholinitis termasuk dalam jenis penyakit yang berdampak fatal, maka disarankan agar anda bisa melakuakn pencegahan bartholinitis itu sendiri.
Berikut pencegahan bartholinitis yang bisa anda lakukan. antara lain :

  • Hindari penggunaan produk pembersih atau pengharum alat reproduksi, karena tidak jarang produk tersebut mengandung senyawa kimia yang justru membahayakan kesehatan alat reproduksi itu sendiri. Jika diperlukan, sebaiknya menggunakan ramuan herbal dari tanaman tertentu yang ada buat sendiri.
  • Hindari melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan. Hal ini karena kuman atau bakteri bisa berada dimana saja dan bisa menular kapan saja.
  • Jika tidak diperlukan, jangan menggunakan pantyliner. Banyak wanita yang salah anggapan. Mereka merasa nyaman jika menggunakan pakaian dalamnya bersih, padahal penggunaan pantiliner dapat meningkatkan kelembapan kulit di sekitar vagina.

Itulah informasi yang bisa saya berikan mengenai gejala, ciri-ciri, penyebab, pengobatan sampai langkah pencegahan penyakit bartholinitis. Semoga bermanfaat….

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!