fbpx

Penyakit Kaki Gajah – Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Penyakit Kaki Gajah – Bagi sebagian orang musim hujan mungkin membawa banyak rezeki, namun sebagian lainnya menganggap musim hujan adalah musim yang cukup merepotkan bahkan cenderung berbahaya. Hal ini karena, saat musim hujan datang biasanya akan menyebabkan sungai-sungai meluap akibat volume atau debit air yang terlalu banyak yang akhirnya memicu terjadinya banjir.

Selain itu, ketika banjir terjadi, maka secara tidak langsung akan menyebabkan penyebaran penyakit semakin mudah. Salah satu penyebarannya adalah dengan gigitan nyamuk. Ada banyak jenis nyamuk yang akan berkembangbiak saat banjir, dimana nyamuk-nyamuk tersebut mengakibatkan adanya berbagai wabah penyakit. Tidak terkecuali penyakit kaki gajah.

Penyakit Kaki Gajah - Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Definisi

Apa itu penyakit kaki gajah ?

Penyakit kaki gajah atau dalam istilah medis disebut dengan filariasis adalah penyakit parasit yang ditularkan melalui darah dari vektor arthropoda, terutama lalat hitam dan nyamuk. Sebagian besar kasus filaria disebabkan oleh parasit yang dikenal dengan Wuchereria bancrofti.
Filariasis diklasifikasikan menjadi 3, yaitu :

  1. Filariasis rongga serosas (Mempengaruhi rongga serosa perut)
  2. Filariasis subkutan (Mempengaruhi lapisan subkutan kulit), dan
  3. Mempengaruhi sistem limfatik, termasuk kelanjar getah bening (KGB)

Pada dasarnya, penyakit kaki gajah tidak termasuk penyakit yang berbahaya dan menyebabkan kematian secara langsung pada penderitanya. Namun kondisi seperti ini, akan menyebabkan terganggunya aktivitas. Akan tetapi, saat kondisi kaki gajah tersebut telah mengalami infeksi yang cukup parah, maka akan menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik secara permenen.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit kaki gajah banyak ditemukan di kawasan-kawasan tropis, termasuk Indonesia. Dimana jumlah penderitanya hampir 1,23 miliar orang di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, pada tahun 2015 sekitar 13 ribu kasus penyakit kaki gajah.

Bagaimana penyebabaran penyakit kaki gajah ?

Penyebaran penyakit gajah bermula dari nyamuk yang menghisap darah seseorang yang mengandung cacing filaria, maka cacing tersebut akan ikut menginfeksi nyamuk. Selanjutnya, nyamuk yang telah terkontaminasi dan terinfeksi ini akan menyebarkan cacing filaria dengan mengigitkannya pada orang lain. Larva cacing filaria kemudian akan tinggal dan tumbuh didalam pembuluh getah bening.

Ketika di dalam pembuluh getah bening inilah larva cacing filaria akan tumbuh dewasa dan berkembang biak. Hidup cacing filarian ini terbilang lama, yakni sekitar 7 tahun lamanya dalam pembuluh darah getah bening manusia. Mereka akan menyebarkan ratusan bahkan ribuan cacing ke dalam pembuluh darah, sehingga ketika digigit, nyamuk bisa menularkannya kepada orang lain.

Gejala

Apa saja gejala penyakit kaki gajah ?

Pada tahap awal penyakit kaki gajah cenderung bahkan tidak menunjukan gejala apapun, hal ini yang mengakibatkan banyak dari penderita kaki gajah tidak menyadari bahwa mereka memiliki parasit filariasis. Mereka akan menyadari adanya penyakit kaki gajah ketika parasit atau cacing dalam tubuhnya telah menyebar.
Gejala penyakit kaki gajah juga mendasar pada jenis filariasisnya.

1. Gejala filariasis serosa

Gejala filariasis ini umumnya akan menunjukan gejala seperti, sakit perut, ruam pada kulit, radang sendi, serta hiper atau hipopigmentasi macula.

2. Gejala filariasis subkutan

Filariasis ini biasanya menunjukan gejala, seperti ruam pada kulit, hiper atau hipopigmentasi macula, serta adanya gangguan pada penglihatan (kebutaan) yang diakibatkan oleh onchocerca volvulus).

3. Gejala filariasis limfatik (elephantiasis)

Edema (pembengkakan) dengan penebalan kulit dan jaringan bawahnya adalah gejala yang sering ditunjukan dari penyakit kaki gajah jenis ini. Hal ini karena adanya pengaruh ekstremitas (anggota gerak) bawah. Bagian tubuh yang bisa terpengaruhi antara lain lengan, vulva, payudara dan skrotum. Kondisi ini menyebabkan organ-organ tersebut membesar beberapa kali dari ukuran normal karena penyumbatan pembuluh sistem limfatik.

Selain gejala-gejala diatas, kemungkinan ada gejala lainnya yang bisa terjadi. Dan jika anda mengalami salah gejala diatas, ada baiknya segera memeriksakannya pada dokter, hal ini guna segera mendapatkan pengobatan.

Diagnosa

Sebelum dokter mendiagnosa pasien, biasanya dokter akan terlebih dahulu melakukan beberapa pengujian atau test terlebih dahulu. Berikut beberapa metode yang digunakan untu mendiagnosa filariasis, meliputi :

  • Demonstrasi langsung dari mikrofilaria dalam darah atau kulit spesimen, biasanya melalui sampel darah.
  • Pemeriksaan antibodi dengan uji imunodiagnostik
  • Pemeriksaan antigen filarial (CFA) yang menyebar

Setelah mendapatkan hasil dari pengujian diatas, baru kemudian dokter melakukan pengobatan pada pasien.

Pengobatan

Untuk pengobatan penyakit kaki gajah berbeda-beda, tergantung dengan tingkat keparahan atau gejala, penyebab serta jenis filariasis itu sendiri. Namun obat yang sering diberikan oleh dokter adalah Dietikarbamazin (DEC). Obat ini mampu membunuh mikrofilaria, namun sayangnya tidak berpengaruh pada cacing filaria yang telah dewasa. Dengan demikian, DEC hanya mempu mengontrol penularan infeksi dari satu orang ke orang lainnya. Selain pemberian obat DEC, dokter juga akan meresepkan beberapa obat lainnya, seperti ivermectin atau albendazole, krim anti-nyamuk, dan aerosol.

Apakah penyakit kaki gajah bisa diobati dengan cara alami ?

Selain dengan menggunakan pengobatan medis, penyakit kaki gajah juga bisa diobati secara alami. Hal ini merupakan suatu kabar gembira, karena selain mudah didapat, penderita pun tidak perlu mengkhawatirkan atau cemas akan bahaya atau efek samping yang ditimbulkan. Karena sudah pasti aman.
Berikut cara mengobati penyakit kaki gajah secara alami, di antaranya :

  • Daun sirsak

Cara mengobati penyakit kaki gajah secara alami yang pertama adalah dengan menggunakan daun sirsak. Daun sirsak memang sudah dikenal akan khasiatnya dalam mengobati maupun mencegah adanya penyakit. Hal ini karena senyawa annonaceous acetogenins yang mampu meghambat pertumbuhan parasit. Selain itu, senyawa anti tumor dan kanker yang dimiliki daun sirsak juga terbukti ampuh dalam mengobati penyakit kanker dan tumor.

Cara pemanfaatan : Untuk pemanfaatan daun sirsak ini cukup mudah, anda hanya perlu menyiapkan beberapa lembar daun sirsak yang sudah dicuci bersih. Kemudian rebus daun sirsak dengan menggunakan air dan tunggu hingga bendidih. Setelah itu angkat dan untuk menyamarkan rasa pahit yang terdapat pada daun sirsak, anda bisa menambahkan sedikit campuran madu. Minum air rebusan setaiap hari secara rutin dan teratur.

  • Kulit manggis

Tidak jauh berbeda dengan daun sirsak, kulit manggis juga mengandung senyawa aktif yang bisa mengobati penyakit kaki gajah secara alami. Caranya cukup mudah, anda hanya perlu merebus kulit manggis dan minum air rebusan kulit manggis secara rutin dan teratur sampai kaki gajah sembuh.

  • Daun singkong

Selain enak dijadikans ebagai lalapan atau menu makanan yang enak dan bergizi, daun singkong juga dipercaya mampu mengobati penyakit kaki gajah secara alami. Anda hanya cukup mengkonsumsi daun singkong secara rutin.

Mengingat dampaknya yang terbilang fatal, maka kami sarankan agar anda selalu melakukan pencegaha. Seperti :

  • Rutin membersihkan lingkungan. Lingkungan yang bersih mampu mecegah nyamuk berkembangbiak.
  • Menanam bunga lavender. Rumah yang terdapat bunga ini cenderung tidak disukai nyamuk, sehingga sangat cocok dalam mencegah adanya nyamuk.
  • Makan-makan yang mampu menjaga kekebalan tubuh, seperti makanan yang mengandung omega 3, jinten hitam, serta makanan yang mengandung zat besi.

Demikianlah informasi yang bisa kami berikan mengenai penyakit kaki gajah, mulai dari gejala, penyebab, pengobatan (medis dan alami), serta pencegahan. Semoga bermanfaat …..

Baca juga :

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!